Tampilkan postingan dengan label Lelakiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lelakiku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2015

LELAKIKU

Dunia?
Perkenalkanlah, dia adalah Lelakiku, Lelaki yang selalu ada untukku, Lelaki yang selalu membelaku, Lelaki yang rela berjuang keras melawan kehidupan, Lelaki yang dengan ikhlas mendidikku  menjadi anak yang seperti sekarang ini. Lelaki itu adalah AYAH . Banyak moment yang rasanya tak akan pernah bisa terlupa. Baagaimana tidak? Aku lahir di tahun 1997, tahun dimana krisis moneter terjadi di Indonesia. Bayi mungil yang perlu asupan susu, yang jelas-jelas susu sangat sulit didapat pada era itu. Karena krisis moneter yang membuat banyak toko tutup. Dan banyak pekerja yang terkena PHK, termasuk ayahku. 
Untuk mendapatkan susu ayah ku dengan susah payah pergi ke toko, yang saat itu hanya tersisa 1 kaleng susu, dengan berlari ayah ku juga harus berebut dengan pembeli lain. meskipun akhirnya ayahku yang medapatkannya. Harga susu  yang mahal serta perjuangan keras itu tak pernah  bisa aku lupakan. Meski cerita ini aku dapat dari Ibu. 
Ayah, aku rindu aku rindu dekapanmu. Dekapan ketika aku dimarahi ibu dan lari kepadamu. Ayah, kucari jejak-jejak senyummu. Senyum yang dulu sering ku lihat. Ayah aku rindu mengantarmu ketika akan bekerja. Aku rindu Beng-Beng,Top,Permen Yupi,Pizza,Es Cream semua makanan favoritku yang selalu kau bawa ketika pulang kerja. Ayah, dimana aku haru mencari menemukan hangat yang tak  bertepi? Hangat yang diberi tanpa pamrih. 

Salahkan ketika menulis ini aku menangis? Adakah yang merasakan hal yang sama? 

Ayah, kutitipkan rinduku pada Merpati yanng terbang tinggi. Ayah engkau selalu dihati, selalu jadi panutan,serta selalu jadi kebanggaan. Aku bangga memilikimu. Sosok yang tangguh. Engakau Luar Biasa AYAH. Terimakasih Ayah, akan selalu ku cari jejak-jejak rindu dan cintamu.


^Lusiana Haryanti^